Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Kesusastraan
Sastra atau kesustraan
yaitu salah satu bentuk seni yang menampilkan keindahan tutur kata serta
cerita.
Dari pengertian secara
umum diatas, berikut ini kami juga sertakan pengertian seni sastra berdasarkan
dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
Pembelajaran
sastra sejak dulu sampai sekarang selalu menjadi permasalahan. Tentu saja
permasalahan yang bersifat klasik tetapi hangat atau up to date. Umumnya yang
selalu dikambinghitamkan adalah guru yang tidak menguasai sastra, murid-murid
yang tidak apresiatif dan buku-buku penunjang yang tidak tersedia di sekolah.
Padahal, pembelajaran sastra tidak perlu dipermasalahkan jika seorang guru
memiliki strategi atau kiat-kiat yang dapat dijadikan sebagai alternatif.
Karya sastra mempunyai relevansi dengan masalah-masalah dunia pendidikan dan pengajaran. Sebab itu sangat keliru bila dunia pendidikan selalu menganggap bidang eksakta lebih utama, lebih penting dibandingkan dengan ilmu sosial atau ilmu-ilmu humaniora. Masyarakat memandang bahwa karya sastra hanyalah khayalan pengarang yang penuh kebohongan sehingga timbul klasifikasi dan diskriminasi. Padahal karya sastra memiliki pesona tersendiri bila kita mau membacanya. Karya sastra dapat membukakan mata pembaca untuk mengetahui realitas sosial, politik dan budaya dalam bingkai moral dan estetika.
Dari dulu sampai sekarang karya sastra tidak pernah pudar dan mati. Dalam kenyataan karya sastra dapat dipakai untuk mengembangkan wawasan berpikir bangsa. Karya sastra dapat memberikan pencerahan pada masyarakat modern. ketangguhan yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan. Di satu pihak, melalui karya sastra, masyarakat dapat menyadari masalah-masalah penting dalam diri mereka dan menyadari bahwa merekalah yang bertanggung jawab terhadap perubahan diri mereka sendiri.
Sastra dapat memperhalus jiwa dan memberikan motivasi kepada masyarakat untuk berpikir dan berbuat demi pengembangan dirinya dan masyarakat serta mendorong munculnya kepedulian, keterbukaan, dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Sastra mendorong orang untuk menerapkan moral yang baik dan luhur dalam kehidupan dan menyadarkan manusia akan tugas dan kewajibannya sebagai makhluk Tuhan, makhluk sosial dan memiliki kepribadian yang luhur.
Selain melestarikan nilai-nilai peradaban bangsa juga mendorong penciptaan masyarakat modern yang beradab (masyarakat madani) dan memanusiakan manusia dan dapat memperkenalkan nilai-nilai kemanusiaan yang universal, melatih kecerdasan emosional, dan mempertajam penalaran seseorang.
Sastra tidak hanya melembutkan hati tapi juga menumbuhkan rasa cinta kasih kita kepada sesama dan kepada sang pencipta. Dengan sastra manusia dapat mengungkapkan perasaan terhadap sesuatu jauh lebih indah dan mempesona. Seperti ungkapan perasaan cinta Maulana Jalaluddin Rumi Muhammad bin Hasin al Khattabi al-Bakri (Jalaluddin Rumi) atau sering pula disebut dengan nama Rumi adalah seorang penyair sufi yang lahir di Balkh (sekarang Afganistan) pada tanggal 6 Rabiul Awwal tahun 604 Hijriah, atau tanggal 30 September 1207 Masehi dalam bentuk syair yang begitu mempesona
Karya sastra mempunyai relevansi dengan masalah-masalah dunia pendidikan dan pengajaran. Sebab itu sangat keliru bila dunia pendidikan selalu menganggap bidang eksakta lebih utama, lebih penting dibandingkan dengan ilmu sosial atau ilmu-ilmu humaniora. Masyarakat memandang bahwa karya sastra hanyalah khayalan pengarang yang penuh kebohongan sehingga timbul klasifikasi dan diskriminasi. Padahal karya sastra memiliki pesona tersendiri bila kita mau membacanya. Karya sastra dapat membukakan mata pembaca untuk mengetahui realitas sosial, politik dan budaya dalam bingkai moral dan estetika.
Dari dulu sampai sekarang karya sastra tidak pernah pudar dan mati. Dalam kenyataan karya sastra dapat dipakai untuk mengembangkan wawasan berpikir bangsa. Karya sastra dapat memberikan pencerahan pada masyarakat modern. ketangguhan yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan. Di satu pihak, melalui karya sastra, masyarakat dapat menyadari masalah-masalah penting dalam diri mereka dan menyadari bahwa merekalah yang bertanggung jawab terhadap perubahan diri mereka sendiri.
Sastra dapat memperhalus jiwa dan memberikan motivasi kepada masyarakat untuk berpikir dan berbuat demi pengembangan dirinya dan masyarakat serta mendorong munculnya kepedulian, keterbukaan, dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Sastra mendorong orang untuk menerapkan moral yang baik dan luhur dalam kehidupan dan menyadarkan manusia akan tugas dan kewajibannya sebagai makhluk Tuhan, makhluk sosial dan memiliki kepribadian yang luhur.
Selain melestarikan nilai-nilai peradaban bangsa juga mendorong penciptaan masyarakat modern yang beradab (masyarakat madani) dan memanusiakan manusia dan dapat memperkenalkan nilai-nilai kemanusiaan yang universal, melatih kecerdasan emosional, dan mempertajam penalaran seseorang.
Sastra tidak hanya melembutkan hati tapi juga menumbuhkan rasa cinta kasih kita kepada sesama dan kepada sang pencipta. Dengan sastra manusia dapat mengungkapkan perasaan terhadap sesuatu jauh lebih indah dan mempesona. Seperti ungkapan perasaan cinta Maulana Jalaluddin Rumi Muhammad bin Hasin al Khattabi al-Bakri (Jalaluddin Rumi) atau sering pula disebut dengan nama Rumi adalah seorang penyair sufi yang lahir di Balkh (sekarang Afganistan) pada tanggal 6 Rabiul Awwal tahun 604 Hijriah, atau tanggal 30 September 1207 Masehi dalam bentuk syair yang begitu mempesona
Ilmu budaya dasar adalah suatu ilmu yang mempelajari dasar
dasar kebudayaan,serta pengetahuan umum tentang konsep yang dikembangkan untuk
mengkaji masalah – masalah manusia.
Kesusastraan adalah
Sastra, merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta śāstra, yang berarti “teks
yang mengandung instruksi” atau “pedoman”, dari kata dasar śās- yang berarti
“instruksi” atau “ajaran”. Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan
untuk merujuk kepada “kesusastraan” atau sebuah jenis tulisan yang memiliki
arti atau keindahan tertentu.
Hubungan ilmu budaya dasar dengan kesusastraan karena mengandung unsur-unsur bahasa. Ada beberapa alasan mengapa ilmu budaya dasar sangat penting hubungannya dalam hal kesuastraan :
Hubungan ilmu budaya dasar dengan kesusastraan karena mengandung unsur-unsur bahasa. Ada beberapa alasan mengapa ilmu budaya dasar sangat penting hubungannya dalam hal kesuastraan :
1.
sastra merupakan
bahasa yang mempunyai kemampuan yang menampung kegiatan manusia
2.
Sastra juga
lebih mudah berkomunikasi karena pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran
abstraksi.
Hubungan ilmu budaya
dasar dengan kesusastraan sangat penting , karena ilmu budaya dasar meliputi
dalam hal bahasa.
ada beberapa alasan
mengapa ilmu budaya dasar sangat penting hubungannya dalam hal kesuastraan :
1. Sastra menggunakan bahasa. Sementara itu bahasa mempunyai kemampuan untuk menampung hampi semua kegiatan manusia
2. Sastra juga lebih mudah berkomunikasi karena pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi. Sementara itu filsafat mengunakan bahasa adalah abstraksi. Cinta kasih, kebahagiaan, kebebasan, dan lainnya yang digarap oleh filsafat adalah abstra. Sifat abstrak inilah yang menyebabkan filsafat kurang berkomunikasi.
3. Sastra juga didukung oleh cerita. Dengan cerita orang lebih mudah tertarik, dan dengan cerita orang leih mudah menemukan gagasan-gagasanya dalam bentuk yang tidak normative.
1. Sastra menggunakan bahasa. Sementara itu bahasa mempunyai kemampuan untuk menampung hampi semua kegiatan manusia
2. Sastra juga lebih mudah berkomunikasi karena pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi. Sementara itu filsafat mengunakan bahasa adalah abstraksi. Cinta kasih, kebahagiaan, kebebasan, dan lainnya yang digarap oleh filsafat adalah abstra. Sifat abstrak inilah yang menyebabkan filsafat kurang berkomunikasi.
3. Sastra juga didukung oleh cerita. Dengan cerita orang lebih mudah tertarik, dan dengan cerita orang leih mudah menemukan gagasan-gagasanya dalam bentuk yang tidak normative.
a) Seni Sastra Tulis
Banyak sekali jenis
seni sastra tulisan yang berkembang di masyarakat, misalnya dalam bentuk prosa,
puisi, cerita fiksi, dan essay.
b) Seni Sastra Lisan
Seni sastra lisan
disampaikan dengan bahasa lisan.
Hubungan Antara Sastra, Seni dengan Ilmu Budaya Dasar
Hubungan sastra dan
seni dengan ilmu budaya dasar adalah sama-sama memiliki objek yang sama yaitu
manusia. sama-sama mempelajari hubungan antar manusia melalui suatu komunikasi
yang beraneka ragam macamnya. dan bayangkan jika manusia hidup tanpa seni. Jika
manusia hidup tanpa bisa menyalurkan ekspresi mereka atau tidak bisa
berkomunikasi dengan manusia lainnya, maka akan menggangu kejiwaan atau
psikologis manusia tersebut.
Prosa
Prosa adalah suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi
karena variasi ritme (rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya
yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan
suatu fakta atau ide. Karena itu, prosa dapat digunakan untuk surat kabar,
majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya.
Prosa lama :
1. Hikayat
1. Hikayat
2. Sejarah
3. Kisah
4. Dongeng
Prosa baru :
1. Roman
2. Novel
3. Cerpen
4. Riwayat
5. Kritik
6. Resensi
7. Esai
Nilai-nilai dalam Prosa Fiksi
1. Prosa fiksi memberikan kesenangan
Keistimewaannya
pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalami sendiri peristiwa tersebut
2. Prosa fiksi memberikan informasi
Fiksi memberikan sedikit informasi yang tidak terdapat di dalam ensiklopedi.
Fiksi memberikan sedikit informasi yang tidak terdapat di dalam ensiklopedi.
3. Prosa fiksi memberikan warisan cultural
Prosa fiksi dapat
menstimulasi imaginasi dan warisan budaya bangsa.
4. Prosa memberikan keseimbangan wawasan
Lewat prosa fiksi sesorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman dengan banyak individu.
Lewat prosa fiksi sesorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman dengan banyak individu.
Puisi
Puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenal kehidupan
manusia, alam, dan Tuhan melalui media bahasa yang artistic/esthetic, yang
secara padu dan utuh dipadatkan kata – katanya.
Kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan :
1. Figura bahasa
2. Kata – kata yang bermakna ganda.
3. Kata – kata berjiwa.
4. Kata – kata yang sudah diberi nilai-nilai, rasa, dan asosiasi-asosiasi tertentu.
3. Kata – kata berjiwa.
4. Kata – kata yang sudah diberi nilai-nilai, rasa, dan asosiasi-asosiasi tertentu.
Alasan – alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan
IBD adalah sbb :
1. Hubungan puisi deengan pengalaman hidup manusia.
2. Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual.
3. Puisi dan keinsyafan social.
2. Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual.
3. Puisi dan keinsyafan social.
KESIMPULAN NYA ADALAH :karena ilmu budaya dasar berkaitan dengan
bahasa, seni supaya orang lebih tertarik membaca atau membuat karya-karya
misalnya , puisi, prosa, novel , dongeng dll
demikianlah tugas yang saya buat kurang atau lebih nya mohon di
maklumkan dan di maapkan karena ini tidak semua hasil saya hehehehehe
terimakasih 😀 god bless:)
Apa yang
dimaksud dengan prosa? Pengertian Prosa adalah suatu
karya sastra yang bentuknya tulisan bebas dan tidak terikat dengan berbagai
aturan dalam menulis seperti rima, diksi, irama, dan lain sebagainya.
Arti tulisan
di dalam prosa bersifat denotatif atau tulisan yang mengandung makna
sebenarnya. Walaupun terkadang terdapat kata kiasan di dalamnya, hal tersebut
hanya berfungsi sebagai ornamen untuk memperindah tulisan dalam prosa tersebut.
Secara
etimologis, kata prosa diambil dari bahasa Latin “Prosa” yang artinya “terus
terang”. Sehingga pengertian prosa adalah karya sastra yang digunakan untuk
mendeskripsikan suatu fakta.
Baca juga: Pengertian Cerpen
Ciri-Ciri
Prosa
Kita dapat
mengenal suatu karya sastra dari karakteristiknya. Adapun ciri-ciri prosa
adalah sebagai berikut:
1. Bentuknya Bebas
Seperti yang
dijelaskan pada pengertian prosa di atas, bentuk prosa tidak terikat oleh
baris, bait, suku kata, dan irama. Umumnya bentuk prosa adalah rangkaian
kalimat yang membentuk paragraf, misalnya dongeng, hikayat, dan
lainnya. Prosa dapat disajikan dalam bentuk tulisan maupun secara lisan.
2. Memiliki Tema
Setiap prosa
pasti memiliki tema yang menjadi dasar dalam cerita dan merupakan pokok bahasan
di dalamnya.
3. Mengalami Perkembangan
Prosa selalu mengalami
perkembangan karena dipengaruhi oleh perubahan yang ada di masyarakat.
4. Terdapat Urutan
Peristiwa
Biasanya di dalam prosa terdapat
alur cerita yang menjelaskan urutan peristiwa. Alur peristiwa tersebut ada yang
berbentuk alur mundur, maju, atau campuran.
5. Terdapat Tokoh di
Dalamnya
Seperti halnya
karya sastra lain, di dalam prosa terdapat tokoh, baik itu manusia, hewan,
ataupun tumbuhan.
6. Memiliki Latar
Di dalam prosa
terdapat latar pada masing-masing kejadian, baik itu latar tempat, waktu, dan
suasana.
7. Terdapat Amanat
Di dalam prosa
mengandung amanat yang ingin disampaikan kepada pembaca atau pendengarnya
sehingga dapat mempengaruhi mereka.
8. Pengaruh Bahasa Asing
Pada prosa
bisa dipengaruhi oleh bahasa asing, misalnya bahasa Jepang, atau bisa juga
tidak terpengaruh.
9. Nama Pengarang
Setiap prosa
tentu ada yang mengarangnya. Namun, nama pengarang tidak selalu dipublikasikan.
Baca juga:
Jenis-Jenis
Prosa
Secara umum
prosa dapat dikelompokkan menjadi 2 jenis, yaitu prosa lama dan prosa baru.
Mengacu pada pengertian prosa, adapun jenis-jenis prosa adalah sebagai berikut:
A. Prosa Lama
Prosa lama
adalah jenis prosa yang tidak atau belum dipengaruhi oleh kebudayaan luar dan
biasanya disajikan secara lisan. Beberapa yang termasuk dalam prosa lama
adalah:
1. Hikayat
Bentuk prosa
lama yang sifatnya fiktif yang mengisahkan tentang kehidupan peri, dewi,
pangeran, puteri, dan raja-raja yang mempunyai kekuatan gaib.
Contoh; Hikayat Hang Jebat,
Hikayat Raja Bijak
2. Sejarah (Tambo)
Bentuk prosa
lama yang menceritakan peristiwa sejarah dan sesuai fakta. Di dalamnya juga
terdapat silsilah raja-raja.
Contoh; Sejarah Melayu oleh Tun
Sri Lanang (1612).
3. Kisah
Bentuk prosa
lama yang menceritakan mengenai perjalanan, pengalaman, atau petualangan
seseorang di jaman dahulu.
Contoh; Kisah Raja Abdullah
Menuju Kota Mekkah.
4. Dongeng
Bentuk prosa
lama yang berisi cerita khayalan masyarakat di jaman dahulu. Dongeng memiliki
beberapa bentuk, yaitu;
·
Mitos (myth), dongeng yang menceritakan
kisah-kisah gaib. Contoh; Ratu Pantai Selatan, Batu Menangis, dan lain-lain.
·
Legenda, dongeng yang menceritakan tentang
asal-usul terjadinya suatu peristiwa atau tempat. Contoh; Legenda Danau Toba,
Legenda Tangkuban Perahu, dan lainnya.
·
Fabel, dongeng yang tokoh di dalam adalah
binatang. Contoh; Si Kancil dan Buaya, dan lain-lain.
·
Sage, dongeng yang menceritakan tentang
kisah kepahlawanan, kesaktian, atau keberanian seorang tokoh. Contoh; Patih
Gadjah Mada, Calon Arang, Ciung Winara, dan lainnya.
·
Jenaka atau Pandir, dongeng yang
menceritakan tentang perilaku orang bodoh, malas, cerdik, dimana penyampaiannya
dengan humor. Contoh; Lebai Malang, Pak Belalang, dan lainnya.
5. Cerita Berbingkai
Bentuk prosa
lama dimana cerita di dalamnya terdapat cerita lagi yang disampaikan oleh tokoh
di dalamnya.
Contoh; Cerita
Berbingkai Seribu Satu Malam.
B. Prosa Baru
Prosa baru
adalah jenis prosa yang telah mengalami perubahan akibat pengaruh kebudayaan
barat. Beberapa yang termasuk dalam prosa baru adalah:
1. Novel
Bentuk prosa
baru yang di dalamnya terdapat cerita yang panjang mengenai kehidupan tokoh di
dalamnya, dan bersifat fiktif atau non-fiktif.
Contoh; Novel Laskar Pelangi, Ave
Maria dan lainnya.
2. Cerpen
Bentuk prosa
baru yang di dalamnya terdapat kisah tokoh utamanya, konflik serta
penyelesaiannya yang ditulis secara ringkas dan padat.
Contoh;
Keluarga Gerilya oleh Pramoedya Ananta, Robohnya Surau Kami oleh A. A. Navis.
3. Roman
Bentuk prosa
baru yang di dalamnya terdapat kisah hidup seseorang secara menyeluruh, mulai
dari lahir hingga meninggal.
Contoh; Layar Terkembang oleh
Sultan Takdir Ali Syahbana.
4. Riwayat
Jenis prosa
baru berupa tulisan yang menceritakan mengenai kisah hidup seseorang yang
menginspirasi.
5. Kritik
Jenis prosa
baru berupa tulisan dimana isinya merupakan tulisan yang memberi alasan atau menilai
hasil kerja orang lain.
6. Resensi
Jenis prosa
baru berupa tulisan yang berisi rangkuman atau ulasan suatu karya (buku, seni,
film, musik, dan lainnya). Di dalam resensi berisi pendapat dari sudut pandang
penulis mengenai kelebihan dan kekurangan suatu karya.
7. Esai
Bentuk tulisan
yang isinya adalah opini atau sudut pandang pribadi mengenai suatu hal yang
menjadi topik utama di dalam tulisan tersebut.
1. Karakteristik Prosa Lama:
·
Statis
Kalau kita baca Sejarah
Melayu, Hikayat Hang Tuah, Hikayat Si Miskin, Hikayat Bangsawan, dan prosa lama
yang lain, bentuknya selalu sama, pola-pola kalimatnya sama, malahan banyak
kalimat dan ungkapan sama betul, tema ceritanya pun sama.
·
Diferensiasi sedikit
Cerita lama pada umumnya
merupakan ikatan unsur-unsur yang sama karena perhubungan beberapa unsur kuat
sekali.
·
Tradisional
Prosa lama memiliki
pola-pola bentuk yang dijadikan transisi. Kalimat-kalimat dan ungkapan-ungkapan
yang sama terdapat dalam cerita-cerita yang berlainan, bahkan di dalam satu cerita
juga sering diulang-ulang.
·
Terbentuk oleh masyarakat dan hidup di tengah-tengah masyarakat
Kebanyakan hasil sastra
dalam kesusastraan lama tidak diketahui siapa pengarangnya. Kalau dicantumkan
suatu nama, itu hanya nama penyadur dan bukan nama pengarang yang sebenarnya.
Sebab cerita lama itu hidup di tengah-tengah masyarakat yang diceritakan secara
turun-temurun.
·
Tidak mengindahkan sejarah atau perhitungan tahun
Sejarah menurut pengertian
lama adalah karangan tentang asal usul raja dan kaum bangsawan dan
kejadian-kejadian yang penting, tanpa memperhatikan perurutan waktu dan
kejadian-kejadiannya (tidak kronologis). Nama-nama tempat terjadinya perisitiwa
juga tidak jelas.
·
Bahasanya menunjukkan bentuk-bentuk yang tradisional
– Banyak memakai
kata penghubung yang menyatakan urutan peristiwa, misalnya: harta, syahdan,
maka, arkian, sebermula, dan lalu.
– Banyak memakai bentuk
yang tetap sehingga terdapat banyak pengulangan kata, misalnya: Kata sahibul
hikayat, ada sebuah negeri di tanah Andalas Palembang namanya, Demang Lebar
Daun nama rajanya, asalnya daripada anak cucu Raja Sulan, Muara Tatang nama
sungainya. (dari Sejarah Melayu).
– Banyak memakai bentuk
partikel pun dan lah.
– Banyak memakai kalimat
inversi, misalnya: Syahdan maka bertemulah rakyat Siam dengan rakyat Keling,
lalu berperang. Lalu diceritakanlah segala kelakuan tuan putri dengan nahkoda
itu.
·
Pokok CeritaSelalu raja-raja dengan
istananya, pemerintahannya, orang bawahannya, dan lain-lain. Tidak pernah
menceritakan orang kebanyakan, kalaupun ada, yang diceritakan adalah orang
kebanyakan yang luar biasa. Misalnya, orang yang sangat dungu atau yang sangat
cerdik dan orang yang selalu malang.
Secara umum, prosa baru
dibedakan menjadi tujuh jenis. Jenis jenis prosa baru antara lain roman,
novel, cerita pendek (cerpen), riwayat, kritis,
resensi, dan esai.
1.
Roman
Mengacu pada pengertian dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia, Istilah ‘roman’ didefinisikan sebagai sebuah
karangan prosa yang melukiskan perbuatan pelakunya menurut watak dan isi jiwa
masing masing, lebih banyak membawa sifar sifat zamannya daripada drama
atau puisi. Matzkowski (1998) mengemukakan jika istilah
‘roman’ diambil dari Bahasa Perancis, ‘romanz’ yang penggunaannnya
mengacu pada semua karya sastra dari golongan rakyat biasa. Istilah ‘roman’
juga identik berasa; dari ungkapan Latin ‘lingua romana’ yang artinya
karya sastra dari golongan biasa.
Roman merupakan sebuah karya
sastra yang menceritakan kehidupan seorang atau beberapa tokoh, mulai dari kelahirannya,
dewasa, hingga keadaan kematiannya. Selain itu, roman juga didefinisikan
sebagai sebuah karya sastra yang menampilkan urutan kejadian yang bersambung
satu sama lain yang menggambarkan pengalaman pengalaman tokoh tokoh yang
ada dalam suatu situasi kehidupan tertentu. Gambaran pengalaman tersebut dapat
berupa gambaran pengalaman pengalaman secara lahir maupun batin.Roma juga
menggambarkan keseluruan perjalanan tokoh lengkap beserta pengalaman dan
kehidupan sosial tokoh.
Goethe mengungkapkan jika
roman merupakan sebuah karya sastra yang fiksi.
Lebih lanjutnya, Goethe mengemukakan jika roman merupakan karya sastra yang
mengambarkan peristiwa yang mungkin terjadi dengan kondisi yang tidak mungkin
atau hampir tidak mungkin menjadi sebuah kenyataan. Goethe juga mengemukakan
jika roman bersifat subjektif karena pengarang akan berusaha mengambarkan dunia
menurut pendapatnya sendiri dalam karya sastra tersebut. (Baca : jenis-jenis
roman)
2.
Novel
Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI), istilah ‘novel’ diartikan sebagai karangan yang panjang dan
menceritakan rangkaian kisah kehidupan seseorang dengan orang di
sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku. Istilah
‘novel’, secara etimologi berasal dari bahasa bahasa Italia, yakni ‘novella’
yang berarti ‘sebuah kisah atau sepotong cerita’. Isi novel lebih panjang dan
kompleks dari cerita pendek (cerpen). Umumnya novel berkisah
mengenai pelaku dalam kehidupan sehari hari dengan semua sifat,
watak, tabiat, dan kejadian kejadian di seputarnya.
Beberapa ahli di bidang
sastra telah mengemukakan pendapatnya tentang pengertian novel. Salah satunya
adalah Jakob Sumardjo, beliau mengemukakan pendapatnya jika novel merupakan
suatu bentuk sastra yang sangat populer di dunia, bentuk sastra yang paling
banyak beredar dan dicetak karena daya komunitasnya sangat luas dalam
masyarakat. Ahli lainnya,, Paulus Tukam, mengemukakan pendapatnya jika novel
merupakan sebuah karya sastra yang berbentuk prosa dan memiliki unsur unsur
intrinsik di dalamnya. Unsur unsur intrinsik di dalam novel antara lain tema,
tokoh atau penokohan, alur cerita, latar, sudut pandang, gaya bahasa, dan
amanat. Unsur instrinsik ini nantinya akan mmbangun sebuah karya atau karangan
novel dari dalam yang akan mewujudkan struktur karya sastra.
Dalam perkembangannya, novel
sering kali disamakan dengan roman karena dianggap memiliki berbagai kemiripan
jika dilihat sekilas. Meskipun begitu, roman dan novel merupakan dua karya
sastra yang berbeda. Menurut perngertian dalam sastra Jerman, berikut ini
beberapan hal yang membedakan roman dari novel, yakni
·
Roman merupakan cerita yang djabarkan secara panjang lebar,
menceritakan tokoh tokoh atau peristiwa peristiwa fiktif. Sedangkan novel
merupakan sebuah cerita yang menyajikan peristiwa peristiwa dengan panjang
cerita yang melebihi cerpen akan tetapi lebih pendek daripada roman.
·
Novel ditulis dengan banyak penggunaan repetoar atau realitas
eksternal dalam peristiwa historis
Contoh dari karya sastra
dalam bentuk novel sangat banyak kita temui, sebut saja novel populer di
Indonesia yakni seri ‘Laskar Pelangi’ karya Andrea Hirata, karya karya penulis
Tere Liye seperti, ‘Negeri Para Bedebah’, ‘Bulan’, ‘Sepucuk Ampao Merah’, dan
lain lain. Contoh novel yang mendapat kepopuleran internasional antara lain
seri ‘Harry Potter’ karya J.K. Rowling, seri ‘Twilight’ karya Stephanie Mayer,
dan masih banyak lagi.
3.
Cerita Pendek
Cerita pendek atau biasa
disingkat menjadi cerpen merupakan sebuah karangan imajinasi
yang menceritakan ulang sebuah peristiwa dan biasanya berpusat pada satu
pelaku. Jusuf Sjarif Badudu atau lebih dikenal dengan nama J. S. Badudu,
seorang pakar Bahasa Indonesia, mendefinisikan cerpen sebagai suatu cerita yang
hanya menjurus serta terfokus pada satu peristiwa saja. Selain itu, Jakobus
Sumarjo atau Jakob Sumarjo, seorang budayawan dan pelopr kajian Filsafat
Indonesia, mendefinisikan cerpen sebagai seni atau ketrampilan menyajikan
cerita (skill to present story), yang di dalamnya merupakan satu
kesatuan bentuk utuh, manunggal (memfokuskan pada satu bagian atau satu
karakter saja), dan tidak ada bagian – bagian yang tidak perlu, tetapi juga ada
bagian yang terlalu banyak. Maksud bagian ‘terlalu banyak’ yang diutarakan oleh
Jakob Sumarjo ini adalah bagian cerita dari sisi sang tokoh atau
bagian ‘ke-aku-an’ yang memang menjadi pusat cerita untuk dieksplorasi.
Lain lagi pengertian cerpen
menurut Edgar Allan Poe, seorang penulis; penyunting; sekaligus kritikus bahasa
berkebangsaan Amerika, yang mendefinisikan cerpen sebagai sebuah cerita yang
selesai dibaca dalam sekali duduk, kira – kira 30 menit hingga dua jam, atau
suatu hal yang sekiranya waktu membacanya tidak mungkin dilakukan untuk
menyelesaikan sebuah novel. Sedangkan menurut Hans Bague Jassin atau H. B.
Jassin, seorang penulis; penyunting; serta kritikus sastra Indonesia,
mendefinisikan cerpen sebagai sebuah cerita singka yang harus memiliki bagian
terpenting yakni perkenalan, pertikaian, serta penyelesaian. Beberapa contoh
cerpen antara lain ‘Mengenang Sendok dan Sedotan’ karya Dewi “Dee” Lestari, ‘My Last Love’ karya Agnes Davonar,
‘Lelaki Tua dan Laut’ karya Ernest Hemingwang, ‘Pada Sebuah Kapal’ karya N.H.
Dini, seta berbagai contoh cerpen yang lainnya. (Baca : macam-macam
cerpen)
4.
Riwayat
Istilah ‘riwayat’ diartikan
sebagai ‘sebuah cerita yang turun temurun’ atau ‘sejarah’ atau ‘tambo’ dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Riwayat dapat didefinisikan
sebagai sebuah kisah yang berisi tentang pengalaman pengalaman hidup seseorang
yang diangkat dari kisah nyata orang tersebut dari lahir hingga meninggal. Pada
umumnya tokoh yang menjadi fokus utama dalam riwayat merupakan tokoh-tokoh
terkenal atau tokoh-tokoh yang berpengaruh di masyarakat dan menginspirasi.
Riwayat dalam kehidupan sehari hari lebih sering dikenal sebagai biografi atau
autobiografi. Biografi merupakan riwayat yang ditulis oleh orang lain yang
menceritakan tokoh tertentu. Sedangkan autobiografi merupakan sebuah kisah
tokoh yang ditulis sendiri oleh tokoh yang bersangkutan. Contoh riwayat yang
cukup di kenal adalah ‘Soeharto Anak Desa ’
yang mengisahkan perjalanan hidup Presiden kedua Repulik Indonesia, Bapak
Soeharto; ‘Hitler’ karya Ian Kershaw yang mengisahkan tentang pemimpin Nazi
selama perang dunia, Adolf Hitler; ‘Chairul Tanjung Si Anak Singkong’ karya
Tjahya Gunawan Diredja yang menceritakan tentang salah satu pengusaha sukses
Indonesia yang memiliki Trans Corp, Chairil Tanjung; dan lain sebagainya.
5.
Kritik
Secara umum, kritik merupakan
tulisan yang menilai baik atau buruk, bermanfaat atau tidaknya, kelebihan atau
kekurangan suatu hal, baik berupa karya seni maupun karya sastra. Kritik akan
membicarakan dan menilai berbagai unsut yang membentuk karya tersebut dan
dikemas dalam sebuah tulisan. Merujuk pada pengertian dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI), istilah kritik didefinisikan sebagai kecaman atau tanggapan,
kadang kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu hasil
karya, pendapat, dan sebagainya.
Dalam penyampaikan kritik
tentu tidak boleh sembarangan. Ada beberapa patokan atau dasar yang harus kita
pahami sebelum menyampaikan kritik, antara lain,
·
Pengalaman yang cukup dalam materi kritik.
·
Keilmuan serta pengetahuan yang relevan dengan karya atau suatu
hal yang akan dikritik.
·
Penguasaan penerapan metode kritik yang tepat.
Sebagai salah satu karya sastra, genre
prosa merupakan yang sering dikaji di lingkungan akademik. Yang dalam istilah
prosa sebenarnya memiliki cakupan yang luas tidak hanya tulisan yang bersifat
seni yang digolongkan dalam karya sastra tapi juga mencakup berbagai bentuk
karya tulis yang berbentuk kajian.
Maka harus
diperjelas dengan menambahinya dengan istilah karya prosa fiksi, dengan kata
lain hal ini mengkhususkan pada bentuk karya yang imajiner dan estetis. Kata
“fiksi” atau fiction diturunkan dari bahasa Latin fictio, fictum yang berarti
“membentuk, membuat, mengadakan, meciptakan”.
nilai-nilai
dalam prosa fiksi
Sebagai seni yang bertulang punggung cerita, mau tidak mau karya sastra (prosa
fiksi) langsung membawakan moral, pesan atau cerita. Dengan perkataan lain
prosa mempunyai nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra. Adapun
nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra antara lain :
1.Prosa fiksi memberikan kesenangan
Keistimewaan
kesenangan yang diperoleh daei membaca fiksi adalah pembaca mendapatkan
pengalaman sebagaimana mengalaminya sendiri peristiwa itu peristiwa atau
kejadian yang dikisahkan. Pembaca dapat mengembangkan imajinasinya untuk
mengenal daerah atau tempat yang asing , yang belm dikunjunginya atau yang tak
mungkin dikunjungi selama hidupnya. Pembaca juga dapat mengenal tokoh-tokoh
yang aneh atau asing tingkah lakunya atau mungkin rumit perjalanan hidupnya
untuk mencapai sukses.
2. Prosa fiksi memberikan informasi
Fiksi
memberikan sejenis informasi yang tidak terdapat di dalam ensiklopedi. Dalam
novel sering kita dapat belajar sesuatu yang lebih daripada sejarah atau laporan
jurnalistik tentang kehidupan masa kini, kehidupan masa lalu, bahkan juga
kehidupan yang akan datang atau kehidupan yang asing sama sekali.
3. Prosa fiksi memberikan warisan kultural
Prosa
fiksi dapat menstimuli imaginasi, dam merupakan sarana bagi pemindahan yang tak
henti-henti dari warisan budaya bangsa.
4. Prosa memberikan keseimbangan wawasan
Lewat
prosa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman-pengalaman
dengan banyak individu. Fiksi juga memungkinkan lebih banyak kesempatan untuk
memilih respon-respon emosional atau rangsangan aksi yang mungkin sangat
berbeda daripada apa yang disajikan dalam kehidupan sehari.
Sastra Melayu:
Sastra Melayu muncul
sejak bahasa Melayu itu sendiri muncul pertama kali. Bahasa Melayu berasal dari
daerah Riau dan Malaka, berkembang dan menyebar ke seluruh pelosok nusantara
dibawa oleh pedagang. Pada ragam karya sastra puisi, Sastra Melayu yang
pertama berbentuk mantera, pantun, syair. Kemudian, bermunculan pantun
kilat (karmina), seloka, talibun, dan gurindam. Sedangkan pada ragam karya
sastra prosa, Sastra Melayu yang pertama berbentuk cerita-cerita pelipur lara,
dan dongeng-dongeng. Dongeng meliputi legenda, sage, fabel, parabel, mite,
dan cerita jenaka atau orang-orang malang/pandir.Bahkan, ragam karya sastra
melayu ada yang berbentuk hikayat, tambo, cerita berbingkai, dan
wiracarita (cerita panji). Pada cerita dongeng sering isinya mengenai
cerita kerajaan (istanasentris) dan fantastis. Kadang-kadang cerita tersebut di
luar jangkuan akal manusia (pralogis).
Sastra indonesia
modern:
Sastra Indonesia
modern adalah sastra yang berkembang setelah pertemuan dengan kebudayaan
Eropa dan mendapat pengaruh darinya.
Contoh prosa ;
Sekali lagi Tuhan menunjukkan
keindahan yang ada pada dirimu,
Keindahan yang membuat
perasaanku semakin dalam,
Keindahan yang membuat cintaku
semakin besar,
Keindahan yang juga menumbuhkan
rasa takut yang begitu besar.
Takut jika keindahan itu
membuat hatiku semakin tak terkendali.
Takut jika keindahan itu membuat
cintaku kepadamu melebihi cintaku kepada Tuhanku.
Sempurna dalam dirimu
Menyadarkan bahwa memang kamu
pantas untuk dicintai,
Dan aku terlalu lancang menjadi
salah satu orang yang mencintaimu.
Tetapi tolong biarkan aku tetap
dengan cinta ini,
Biarkan aku berusaha dengan
caraku.
Berusaha untuk juga menjadi
pantas mencintaimu,
Berusaha untuk mendapatkan
restu dari-Nya.
Pengertian Puisi – Secara umum, pengertian puisi
merupakan suatu karya sastra yang berasal dari ungkapan atau curahan hati
penyair. Karya sastra ini dibuat berdasarkan ungkapan perasaan penyair.
Dengan bahasa yang indah dimana di
dalamnya mengandung makna, irama, rima, matra dan bait. Berikut akan dijelaskan
beberapa pengertian puisi menurut beberapa ahli serta berbagai seluk beluk di
dalam puisi.
·
Puisi sering kali
mengandung majas metafora
Kreativitas dalam karya
seni puisi yang pertama adalah sering kali terdapat sebuah majas metafora yaitu
majas yang menggambarkan perbandingan sesuatu berdasarkan unsur kesamaan.
Contoh sederhananya adalah seperti kalimat hati yang gundah di ibaratkan
sebagai hadirnya mendung.
Kemudian contoh yang
lebih mendalam yaitu suatu sikap manusia yang tidak ingin membeda-bedakan
sesama dapat di rasakan sebagai sorotan rembulan yang lembut di malam hari;
tidak tajam dan tidak mengarah ke diskriminasi.
·
Antara bunyi dan makna
kata memiliki tautan “kehidupan”
Kreativitas dalam karya
seni puisi yang kedua adalah antara bunyi dan makna kata dalam puisi memiliki
tautan “kehidupan “ yang kadang-kadang jelas atau gamblang dan kadang-kadang
tersembunyi.
Inilah hakikat yang
terus digali oleh para penyair. Mereka seolah-olah harus kembali ke
naluri-naluri purba dalam berbahasa, ketika kesan dari gambaran dan suara-suara
alamiah menjadi akar dari gagasan berkomunikasi.
·
Mengikutsertakan
perasaan dalam pembuatan puisi
Kreativitas dalam karya
seni puisi yang ketiga adalah mengikutsertakan perasaan dalam pembuatan puisi.
Jadi, penyair harus benar-benar harus menghayati proses pembuatan karya seni
puisi dan itu pun harus mengikutsertakan perasaan.
Dan tanpa
mengikutsertakan perasaan seperti dalam sebuah irama puisi maka dapat dikatakan
bahwa tingkat penghayatan kita belum penuh.
Adapun
alasan-alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan ilmu budaya dasar
adalah sebagai berikut :
- Hubungan puisi dengan
pengalaman hidnup manusia.
Perekaman
dan penyampaian pengalaman dalam sastra puisi disebut “pengalaman perwakilan”.
Ini berarti bahwa manusia senantiasa ingin memiliki salah satu kebutuhan
dasarnya untuk lebih menghidupkan pengalaman hidupnya dari sekedar kumpulan
pengalaman langsung yang terbatas. Dengan pengalaman perwakilan itu
sastra/puisi dapat memberikan kepada para mahasiswa memiliki kesadan
(insight-wawasan) yang penting untuk dapat melihat dan mengerti banyak tentang
dirinya sendiri dan tentang masyarakat. Pendekatan terhadap pengalaman
perwakilan itu dapat dilakukan dengan suatu kemampuan yang disebut pengalaman
yang dituangkan penyair dalam puisinya.
- Puisi dan keinsyafan/kesadaran
individual.
Dengan
membaca puisi mahasisawa dapat diajak untuk dapat menyejukan hati/pikiran
manusia, baik orang lain maupun diri sendiri, karena melalui puisinya sang
penyair menunjukkan kepada pembaca bagian dalam hati manusia, ia menjelaskan
pengalaman setiap orang.
- Puisi dan keinsyafan sosial
Puisi
juga memberikan kepada manusia tentang pengetahuan manusia sebagai mahluk
sosial, yang terlibat dalam issue dan problem sosial. Secara imaginative puisi
dapat menafsirkan situasi dasar manusia sosial yang bisa berupa :
- Penderitaan atas ketidak adilan
- Perjuangan untuk sesamanya
- Konflik dengan sesamanya
- Pemberontakan terhadap hukum
tuhan
Puisi-puisi
umumnya sarat akan nilai-nilai etika, estetika dan juga kemanusiaan. Salah satu
nilai kemanusiaan yang banyak mewarnai puisi-puisi adalah cinta kasih (yang
terdapat didalamnya kasih sayang, cinta, kemesraan dan renungan). Contoh puisi
penilis mengangkat tema tentang puisi cinta
Contoh Puisi Balada:
Balada Orang-orang Tercinta
(Karya W.S Rendra)
(Karya W.S Rendra)
Kita bergantian menghirup asam
Batuk dan lemas terceruk
Marah dan terbaret-baret
Cinta membuat kita bertahan dengan secuil redup harapan
Batuk dan lemas terceruk
Marah dan terbaret-baret
Cinta membuat kita bertahan dengan secuil redup harapan
Kita berjalan terseok-seok
Mengira lelah akan hilang di ujung terowongan yang terang
Namun cinta tidak membawa kita memahami satu sama lain
Mengira lelah akan hilang di ujung terowongan yang terang
Namun cinta tidak membawa kita memahami satu sama lain
Kadang kita merasa beruntung
Namun harusnya kita merenung
Akankah kita sampai di altar
Dengan berlari terpatah-patah
Mengapa cinta tak mengajari kita
Untuk berhenti berpura-pura?
Namun harusnya kita merenung
Akankah kita sampai di altar
Dengan berlari terpatah-patah
Mengapa cinta tak mengajari kita
Untuk berhenti berpura-pura?
Kita meleleh dan tergerus
Serut-serut sinar matahari
Sementara kita sudah lupa rasanya mengalir bersama kehidupan
Melupakan hal-hal kecil yang dulu termaafkan
Serut-serut sinar matahari
Sementara kita sudah lupa rasanya mengalir bersama kehidupan
Melupakan hal-hal kecil yang dulu termaafkan
Mengapa kita saling menyembunyikan
Mengapa marah dengan keadaan?
Mengapa lari ketika sesuatu membengkak jika dibiarkan?
Kita percaya pada cinta
Yang borok dan tak sederhana
Kita tertangkap jatuh terperangkap
Dalam balada orang-orang tercinta
Mengapa marah dengan keadaan?
Mengapa lari ketika sesuatu membengkak jika dibiarkan?
Kita percaya pada cinta
Yang borok dan tak sederhana
Kita tertangkap jatuh terperangkap
Dalam balada orang-orang tercinta
Manusia dan Cinta kasih
A. PENGERTIAN CINTA KASIH
Menurut kamus bahasa
indonesia W.J.S Poerwa Darminta. Cinta adalah rasa sangat suka atau rasa sayang
ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan, kata kasih
artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Maka,
pengertian cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat
rasa cinta kepada sesorang. Dan, cinta kasih bisa juga diartikan sebagai
perasaan suka atau sayang kepada seseorang dan juga disertai dengan menaruh
belas kasih.
Victor Hago menyimpulkan,
“mati tanpa cinta sama halnya dengan mati dengan penuh dosa”. Dan Erich Fromm
dalam bukunya menyebutkan, “cinta itu yang paling utama adalah memberi, bukan
menerima. Yang paling penting dalam memberi adalah hal-hal yang sifatnya
manusiawi, bukan material. Yang merupakan ungkapan paling tinggi dari
kemampuan”. Cinta dapat berlangsung sesaat, tetapi rasa kasih sayanglah yang
akan menuntun dan melanjutkan seseorang untuk mengetahui apa itu arti cinta
yang sesungguhnya. Setiap orang memang mempunyai pengertian cinta yang berbeda,
tergantung individu itu sendiri yang mengalami suatu kejadian atau pengalaman
yang ia alami.
Pengertian cinta kasih adalah
suatu perasaan ingin memberikan kasih sayang, perlindungan, kenyamanan,
kebahagiaan, dan ketentraman kepada seseorang secara tulus dan ikhlas tanpa ada
paksaan atau tuntutan dan tanpa berharap imbalan apapun. Cinta kasih bersifat
universal, kita dapat memberikan cinta kasih kita kepada siapa saja. Misalkan
orangtua, keluarga, teman, pacar dan orang-orang sekitar.
Cinta selalu menyatakan
unsur-unsur dasar tertentu, yaitu :
Pengasuhan : contoh yang
paling menonjol adalah cinta seorang ibu pada anaknya; bagaimana seorang ibu
dengan rasa cinta kasihnya mengasuh anaknya dengan sepenuh hati. Tanggung jawab
: dalam arti benar adalah sesuatu tindakan yang sama sekali sukarela yang dalam
kasus hubungan ibu dan anak bayinya menunjukkan penyelenggaraan atas hubungan
fisik. Perhatian : yang berarti memperhatikan bahwa pribadi lain itu hendaknya
berkembang dan membuka diri sebagaimana adanya. Pengenalan : merupakan
keinginan untuk mengetahui rahasia manusia.
Dengan keempat unsur tersebut, yaitu pengasuhan, tanggung jawab, perhatian dan pengenalan suatu cinta dapat dibina secara baik.
Dengan keempat unsur tersebut, yaitu pengasuhan, tanggung jawab, perhatian dan pengenalan suatu cinta dapat dibina secara baik.
1.keterikatan
adalah adanya perasaan
untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan
orang lain kecuali dengan dia, ada uang sedikit beli hadiah untuk dia
2.keintiman
adanya kebiasaan dan
tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada
jarak lagi panggilan formal seperti bapak, ibu saudara digantikan dengan
sekedar memanggil nama atau sebutan sayang
dan sebagainya.makan sepiring berdua
3.kemesraan
adanya rasa ingin
membelai dan dibelai, rasa kangen rindu kalo jauh atau lama tak bertemu, adanya
ungkapan ungkapan rasa sayang dan seterusnya.
1)
Pertama, Intimasi. Intimasi adalah aspek emosi dari cinta. Intimasi pada awal
hubungan tumbuh dengan baik, tapi kalau tidak dirawat bisa menurun ke titik
nol. Bila relasi dan komunikasi tidak bertumbuh dengan baik intimasi menjadi
mati.
2)
Kedua, Passion atau gairah. Ini adalah sisi motivasi dari segitiga cinta itu.
Sisi gairah ini punya peranan penting bagi perkembangan fisiologis dan
keinginan yang kuat untuk bersatu dengan yang dicintai. Pada mulanya passion
bertumbuh cepat dan sangat kuat, sampai tidak lama kemudian passion ini jadi
kebiasaan. Passion punya segi motivasi yang berkekuatan positif. Inilah yang
memikat anda kepada seseorang. Ini cepat berkembang dan bisa juga cepat mati.
Sisi negatifnya adalah jika hubungan sudah saling menyakitkan maka daya tarik
tadi lama kelamaan memudar.
3)
Ketiga, sisi komitmen. Ini merupakan sisi kognitif dari cinta. Komitmen adalah
tekad untuk memelihara cinta. Komitmen ini bertumbuh mulai dari taraf nol saat
pertama kali bertemu dengan yang dicintai, dan bertumbuh ketika semakin saling
mengenal satu dengan lainnya. Kuncinya saling mengenal dan menghargai. Bila
relasi melemah maka komitmen juga cenderung melemah.
Tiga Tingkatan Cinta dalam
Sufisme
Penulis
-
30 Oktober 2018
13532
BincangSyariah.Com – Cinta adalah sebuah emosi yang lahir dari
perasaan kasih dan sayang yang kuat terhadap sesuatu atau seseorang yang
meliputi pengabdian, ketulusan, kejujuran, rasa ingin memberi, membuat bahagia
serta melindungi. Cinta pada hati manusia membawa perasaan bahagia dan rasa
syukur yang luar biasa, sehingga manusia dapat merasakan kesempurnaan meski
dalam keadaan yang sangat sederhana sekalipun. Dalam Q.S. Maryam ayat 96
disebutkan:
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ
سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَٰنُ وُدًّا
“Sesungguhnya
orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan
menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.”
Dalam
bahasa Arab cinta disebut al-hub atau mahabbah.
Kata tersebut berasal dari akar kata habba, hubban, hibban, yang
bermakna waddaha, artinya kasih atau mengasihi. Cinta dikenal
dengan sebutan mahabbah, karena ia berarti kepedulian yang paling
besar dari cinta hati. Namun ada juga yang berpendapat bahwa cinta berasal dari
kata habba yang bermakna biji-bijian, jamak dari habbat.
Sehingga
kata habbat al-qalb berarti sesuatu yang menjadi penopang
hati. Jadi cinta dinamakan hub dikarenakan ia bagai biji
tersimpan dalan hati yang darinya akan tumbuh perasaan yang melebihi simbol dan
tidak terkonsepkan. Seseorang tidak akan mengerti cinta sampai ia mengalaminya
karena ia adalah sesuatu yang timbul akibat pengalaman batin seseorang.
Begitulah keterangan yang dituliskan dalam “Senandung Cinta Jalaluddin Rumi”
karya Saiful Jazil.
Sementara
Zakariyah juga mencoba menarsirkan cinta dalam kitab Mu’jam al-Maqayiz
fi al-Lughah, bahwa cinta atau hub berasal dari
akar kata “ha” dan “ba”. Kata ini mempunyai banyak arti, di antaranya,
“al-ma’ruf” berarti yang dikenal atau terkenal, “al-luzum”, berarti yang sudah
lazim.
Jika
dianalisis, kedua makna cinta tersebut pada hakekatnya mempunyai esensi makna
yang sama, yaitu ketika seorang mencintai sesuatu harus ada pengetahuan dan
pengenalan terlebih dahulu terhadap objek yang dicintai, sehingga dengan mudah
dapat bergaul, berdialog akrab, bahkan “menyatu” dengan yang dicintai, yang
dalam wacana sufi selalu dialamatkan kepada Tuhan.
Cinta
dalam pandangan para sufi adalah cinta dan kerinduan kepada Allah. Cinta yang
seperti ini, menurut Maulana Rumi terbagi ke dalam tiga tingkat, yakni,
(1) Cinta
karena pemberian. Cinta seperti ini berada pada tingkat yang paling rendah.
Ibarat cinta seorang anak kecil, jika mereka mencintai orang tua atau orang
lain, dipastikan karena mereka sering memberikan hadiah kepadanya. Cinta pada
tingkat ini sangat labil dan tidak konsisten, jika kesehatan, kecantikan,
ketampanan atau kekayaan dihilangkan atau dicabut oleh Allah, ia akan berkeluh
kesah seakan akan Allah tidak pernah mencintai dirinya,
(2) Cinta
atas dasar kekaguman. Manusia mencintai Allah, karena Allah memang Maha Kuasa,
Maha Pengasih, Maha Penyayang. Mencintai sesuatu atas dasar kekaguman, seperti
seseorang mencintai karena orang tersebut memiliki kelebihan dan keluarbiasaan,
dan
(3) Cinta
tanpa alasan. Jika seseorang ditanya “Mengapa mencintai Allah?” lalu menjawab
“Saya tidak tau mengapa saya mencintai Allah”. Ia sudah berusaha keras mencari
jawaban atau alasan, tapi tidak juga bisa ditemukan. Sebenarnya bukan tanpa
alasan, justru begitu banyak alasan sehingga tak mampu ia ungkapkan. Itulah
cinta yang suci dan tulus. Begitulah cinta para sufi kepada Allah. Sebuah cinta
tanpa mengharap apa-apa.
Sementara
menurut Imam al-Gazali, berdasarkan tingkatan cinta tersebut maka bentuk cinta
kepada Allah itu bisa berbentuk dalam dua hal, yakni
(1) Orang
yang jatuh cinta kepadaNya (Allah) setelah merasakan lezatnya pertemanan
denganNya. Orang yang jatuh cinta kepada Allah karena perjumpaan dengannya,
maka kecintaannya tidak dapat dibandingkan. Ia melihat (ma’rifat) dulu,
kemudian jatuh cinta setelah pertemuan itu, dan
(2) Orang
yang disebut al-dhu’afa’ (orang-orang yang lemah). Umumnya
orang jatuh cinta setelah berusaha setengah mati belajar mencintai Dia. Cinta
seperti ini direkayasa. Ia tidak jatuh cinta, tapi belajar mencintai.
Imam
Al-Ghazali menambahkan bahwa esensi cinta (mahabbah) yaitu
“Sesungguhnya kecintaan yang paling tinggi setelah diraihnya adalah mahabbah.
Tidak ada maqam lain kecuali buah dari mahabbah itu. Tidak
ada maqam-maqam sebelum mahabbah, kecuali pengantar kepada mahabbah.
Demikianlah
konsep cinta dalam sufisme menunjuk pada kecintaan dan kerinduan untuk bertemu
dan bahkan menyatu dengan Allah. Cinta merupakan puncak perjalanan ruhani dan
pendakian mistik seorang hamba menuju kehadiratNya. Mencintai Allah, mustahil
adanya tanpa didahului pengetahuan dan pengenalan atasNya.
Agape, cinta
tak bersyarat
Agape merupakan cinta yang altruistik atau sukarela, tanpa
pamrih, dan tanpa syarat. Beberapa orang akan menggambarkan agape sebagai
tipe cinta spiritual.
Orang-orang
Yunani berpikir tipe cinta ini cukup radikal, mungkin karena hanya sedikit
orang yang tampaknya mampu merasakannya dalam jangka panjang.
Beberapa orang akan menggambarkan agape sebagai
tipe cinta spiritual, misalnya, orang Kristen percaya bahwa Yesus menunjukkan
kasih semacam ini untuk semua manusia. Dia rela mengorbankan diri sendiri
sehingga orang lain bisa terbebas dari dosa-dosa mereka. Dia menderita untuk
kebahagiaan orang lain.
Agape merupakan
bentuk cinta tertinggi yang diberikan secara bebas tanpa ada keinginan, harapan,
atau penilaian.
Eros, cinta erotis
Istilah eros diambil dari nama dewa
cinta dan kesuburan Yunani. Oleh karena itu, biasanya dikaitkan dengan cinta
romantis, bergairah, dan fisik.
Tipe cinta ini
meliputi sensasi gairah dan hasrat seksual.
Orang-orang Yunani sebenarnya cukup takut dengan cinta
tipe eros. Mereka berpikir akan mengakibatkan hilangnya
kontrol.
Philia, cinta
penuh kasih
Orang-orang Yunani mendefinisikan jenis cinta ini sebagai
kasih sayang, seperti jenis cinta yang Anda rasakan pada teman-teman. Banyak
yang berpikir cinta semacam ini lebih baik daripada eros karena
mewakili cinta antara orang-orang yang menganggap diri mereka setara.
Seperti ditulis Psychology Today, philia adalah cinta antara orang yang
berbagi niat baik terhadap satu sama lain. Orang Yunani kuno menghargai philia dibandingkan
semua jenis cinta lainnya karena merefleksikan perasaan persahabatan yang
mendalam, termasuk kesetiaan, berbagi emosi, dan rasa pengorbanan bersama.
Persahabatan
yang didirikan atas kebaikan tidak hanya terkait dengan keuntungan bersama
tetapi juga dengan persahabatan, ketergantungan, dan kepercayaan.
Philautia, cinta
diri sendiri
Philautia adalah
cinta diri sendiri. Dalam masyarakat modern, kebanyakan orang mengasosiasikan
cinta terhadap diri sendiri dengan menjadi narsis, egois, atau terjebak pada
diri mereka sendiri. Namun, ini bukan apa yang dimaksudkan oleh orang Yunani
kuno dengan philautia.
Mencintai diri
sendiri adalah fondasi untuk mencintai orang lain. Orang yang membenci diri
sendiri akan memiliki sedikit cinta untuk diberikan.
Waspadai bentuk negatif dari philautia, yaitu
narsisisme, yang didefinisikan oleh obsesi diri, kesia-siaan, dan fokus sempit
pada keuntungan pribadi seseorang.
Storge, cinta
keluarga
Storge dapat
didefinisikan sebagai "cinta yang akrab." Jenis cinta ini terlihat
dan terasa sangat mirip dengan philia atau kasih sayang yang
dirasakan di antara teman-teman. Namun, cinta ini lebih kepada cinta orang tua
dan anak.
Sama seperti philia, tidak ada
ketertarikan fisik atau seksual. Namun, ada ikatan yang kuat, kekeluargaan, dan
keakraban di antara orang-orang. Secara lebih luas, storge adalah
cinta yang lahir dari keakraban atau ketergantungan, tetapi tidak bergantung
pada kualitas pribadi seseorang.
Pragma, cinta
abadi
Orang Yunani kuno mendefinisikan pragma sebagai
“cinta abadi.” Tipe ini kebalikan dari eros.
Cinta tipe eros cenderung cepat pudar
karena gairah dan intensitasnya. Pragma adalah cinta yang
telah matang dan berkembang dalam jangka waktu yang lama.
Namun, jenis
cinta semacam ini sulit ditemukan, apalagi pada orang yang sering melihat
rumput tetangga lebih hijau dan memiliki karakter tidak sabar.
Padahal, pragma hanya butuh pasangan
yang pandai kompromi dan sama-sama berusaha untuk berbahagia.
Ludus, cinta yang
menyenangkan
Ludus digambarkan
pada awal-awal jatuh cinta yang diwarnai perasaan tergila-gila pada pasangan.
Anda akan merasakan sensasi kupu-kupu di perut dan perasaan tidak ingin hidup
tanpa orang yang dicintai. Ludus membuat orang gembira dan
bersemangat.
Ludus adalah
cinta yang menyenangkan atau tidak berkomitmen. Hal ini dapat melibatkan
kegiatan seperti menggoda dan merayu. Fokusnya adalah pada kesenangan, dan
kadang-kadang juga pada penaklukan, tanpa pamrih.
Mania, cinta yang obsesif
Mania merupakan jenis cinta yang dapat menuntun seseorang
pada ambang kewarasan, menciptakan kecemburuan, atau bahkan kemarahan. Terjadi
karena keseimbangan antara eros dan ludus yang
sangat melenceng.
Banyak orang
dengan mania memiliki tingkat percaya diri rendah, takut kehilangan orang yang
dicintai, kemudian ketakutan ini memaksa untuk melakukan hal-hal gila untuk
mempertahankan.
Pengertian Kasih Sayang – Kasih sayang adalah bentuk perasaan
yang menarik untuk dibahas. Dari zaman ke zaman, perbincangan mengenai kasih
sayang tak akan ada habisnya. Kasih sayang adalah sesuatu yang dianugerahkan
Pencipta kepada manusia sehingga kasih sayang sudah tertanam di dalam diri
masing-masing invidu sejak ia lahir. Kasih sayang ternyata memiliki arti yang
sangat luas. Berbagai teori diciptakan untuk mengartikan dan memaknai apa itu
kasih sayang yang sebenarnya.
Kemesraan
Pengertian
kemesraan :
Kemesraan
berasal dari kata mesra yang berarti erat atau karib sehingga kemesraan berarti
hal yang menggambarkan keadaan sangat erat atau karib. Kemesraan juga bersumber
dari cinta kasih dan merupakan realisasi nyata. Kemesraan dapat diartikan sama
dengan kekerabatan, keakraban yang dilandasi rasa cinta dan kasih.
Puisi
tentang kemesraan :
KEMESRAAN
DI DALAM CINTA
“Hidup
ini indah karena Cinta”
Aku
tak tau mencinta..
Sebelum ku terlahir jadi manusia..
Ku tak tau tuk apa ku tercipta…
Karena tiada yang mau..
Mengajarkan aku untuk mencinta..
Sebelum ku terlahir jadi manusia..
Ku tak tau tuk apa ku tercipta…
Karena tiada yang mau..
Mengajarkan aku untuk mencinta..
Seandainya
cinta kurasa sejak dini..
Ku pasti tak merasakan terabai…
Karena dia, yang jadi milikku..
Begitu baiknya ajarkan aku mencinta…
Ajariku tuk menyayanginya..
Dan memberikan aku semangat hidup….
Ku pasti tak merasakan terabai…
Karena dia, yang jadi milikku..
Begitu baiknya ajarkan aku mencinta…
Ajariku tuk menyayanginya..
Dan memberikan aku semangat hidup….
Keluh
kesahku tak pernah ada..
Karena dia, yang slalu menasehatiku..
Mempersembahkan canda pada hatiku…
Sehingga berwarnalah dunia ini…
Aku tak mau, kehilangan kemesraan ini..
Ajarilah aku slalu sayangku..
Karena dia, yang slalu menasehatiku..
Mempersembahkan canda pada hatiku…
Sehingga berwarnalah dunia ini…
Aku tak mau, kehilangan kemesraan ini..
Ajarilah aku slalu sayangku..
Kuingin
slalu bersamamu..
Menjaga cintamu..dan memelukmu…
Tak sekedar ciuman mesra untukmu..
Tapi pengorbanan raga, kusiap sedia untukmu…
Aku cinta kamu….
Menjaga cintamu..dan memelukmu…
Tak sekedar ciuman mesra untukmu..
Tapi pengorbanan raga, kusiap sedia untukmu…
Aku cinta kamu….
Pemujaan
Pengertian
pemujaan :
Salah
satu mannifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk
komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari
kehidupan manusia. Hal ini ialah karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti,
nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya.
4.6.
Belas Kasihan
Pengertian
belas kasih :
Belas
kasih (composian) adalah kebajikan satu di mana kapasitas emosional empati dan
simpati untuk penderitaan orang lain dianggap sebagai bagian dari cinta itu
sendiri, dan landasan keterkaitan sosial yang lebih besar dan humanisme-dasar
ke tertinggi prinsip-prinsip dalam filsafat, masyarakat, dan kepribadian .
Cara-cara menumpahkan belas
kasih :
Berbagai
macam cara orang memberikan belas kasihan bergantung kepada situasi dan
kondisi, seperti :
1.
Ada yang memberikan uang.
2.
Ada yang memberikan barang.
3.
ada yang memberikan pakaian, makanan dll.
Cinta Kasih Erotis
Pengertian
cinta kasih erotis :
Cinta erotis adalah kehausan akan penyatuan sempurna akan
penyatuan dengan yang lainnya. Keinginan untuk bersatu dan berteman dengan
lawan jenis, untuk menghilangkan sepi atau untuk menenangkan suatu naluri
seksual. Cinta kasih dapat merangsang keinginan untuk bersatu secara seksual.
Namun apabila penyatuan fisis tadi tidak dilandasi oleh cinta kasih maka hanya
akan membawa pada penyatuan yang bersifat pesta pora dan sementara saja.
Cinta kasih erotis, apabila benar-benar sebuah cinta
sejati, mempunyai satu pendirian yaitu bahwa seseorang sungguh-sungguh
mencintai dan mengasihi dengan jiwanya yang sedalam-dalamnya dan menerima
pribadi lawan jenisnya. Cinta ini terjadi antara dua orang anak manusia
berlainan jenis, yang ingin menyatukan diri mereka untuk mengisi kekosongan
hidup dan sebagai teman hidup dalam mengarungi bahtera kehidupan.
Sumber Referensi ;
Konsepsi
Ilmu Budaya Dasar dalam Kesusastraan
Manusia dan Cinta kasih
https://beritagar.id/artikel/gaya-hidup/8-tipe-cinta-menurut-orang-yunani-kuno https://jagad.id/pengertian-kasih-sayang-perbedaan-arti-apa-itu-cinta-sejatti/
Komentar
Posting Komentar